cnd19:42.1 Ini dikatakan oleh Sang Bhagavā:
cnd19:42.2 “Para bhikkhu, tubuh ini bukan milik kalian, juga bukan milik orang lain.
cnd19:42.3 Para bhikkhu, ini harus dipahami sebagai kamma lama, yang dibentuk, yang disengaja, yang dapat dirasakan.
cnd19:42.4 Di sini, para bhikkhu, siswa mulia yang terpelajar dengan baik memperhatikan kemunculan bergantungan dengan bijaksana—
cnd19:42.5 ‘Karena ini ada, maka itu ada; dengan munculnya ini, maka itu muncul;
cnd19:42.6 karena ini tidak ada, maka itu tidak ada; dengan lenyapnya ini, maka itu lenyap, yaitu—
cnd19:42.7 dengan ketidaktahuan sebagai kondisi, maka ada bentukan-bentukan; dengan bentukan-bentukan sebagai kondisi, maka ada kesadaran; dengan kesadaran sebagai kondisi, maka ada batin-dan-bentuk; dengan batin-dan-bentuk sebagai kondisi, maka ada enam landasan indra; dengan enam landasan indra sebagai kondisi, maka ada kontak; dengan kontak sebagai kondisi, maka ada perasaan; dengan perasaan sebagai kondisi, maka ada ketagihan; dengan ketagihan sebagai kondisi, maka ada kemelekatan; dengan kemelekatan sebagai kondisi, maka ada penjelmaan; dengan penjelmaan sebagai kondisi, maka ada kelahiran; dengan kelahiran sebagai kondisi, maka penuaan-dan-kematian, duka, ratapan, kesakitan, kesedihan, dan keputus-asaan muncul—
cnd19:42.8 demikianlah asal mula dari seluruh kumpulan penderitaan ini’.”