cnd19:37.1 <b>Dunia yang kosong hendaknya engkau lihat</b> — dengan dua alasan ia melihat dunia sebagai kosong:
cnd19:37.2 atau dengan cara mengamati bahwa segala sesuatu berlangsung tanpa kendali, atau dengan cara merenungkan agregat-agregat sebagai kosong.
cnd19:37.3 Bagaimanakah ia melihat dunia sebagai kosong dengan cara mengamati bahwa segala sesuatu berlangsung tanpa kendali?
cnd19:37.4 Pada bentuk, tidak diperoleh kendali; pada perasaan, tidak diperoleh kendali; pada persepsi, tidak diperoleh kendali; pada bentukan-bentukan kehendak, tidak diperoleh kendali; pada kesadaran, tidak diperoleh kendali.
cnd19:37.5 Dan hal ini telah dinyatakan oleh Bhagavā:
cnd19:37.6 "Para bhikkhu, bentuk adalah tanpa-diri.
cnd19:37.7 Sebab, para bhikkhu, jika bentuk ini adalah diri, maka bentuk ini tidak akan membawa pada penderitaan, dan pada bentuk ini akan diperoleh:
cnd19:37.8 'Semoga bentukku menjadi demikian, semoga bentukku tidak menjadi demikian.'
cnd19:37.9 Akan tetapi, para bhikkhu, karena bentuk adalah tanpa-diri, maka bentuk ini membawa pada penderitaan, dan pada bentuk ini tidak diperoleh:
cnd19:37.10 'Semoga bentukku menjadi demikian, semoga bentukku tidak menjadi demikian.'"