Tāni ca atulatejāni,
Dan segala keagungan yang tak terbandingkan itu,
27. Riwayat Buddha Gotama
Bagian ini mengajak kita merenungkan perjalanan seorang Buddha, dari kehidupan yang penuh kemewahan hingga pencerahan. Bacalah dengan tenang, dan biarkan kisah ini menginspirasi praktik dan penghayatan Dhamma.
Buddha Gotama menceritakan riwayatnya sendiri: kehidupan istana, pelepasan keduniawian, pencapaian penerangan, pemutaran roda Dhamma, serta pembentukan komunitas para siswa. Ia juga menyebutkan kota kelahiran, orang tua, istana, istri, putra, dan para siswa utamanya. Di akhir, ia merenungkan bahwa segala bentukan (saṅkhāra) bersifat kosong dan akan lenyap.
Tāni ca atulatejāni,
Dan segala keagungan yang tak terbandingkan itu,
Imāni ca dasabalāni;
serta sepuluh kekuatan ini;
Ayañca guṇadhāraṇo deho,
Dan tubuh yang menopang kualitas-kualitas ini,
Dvattiṁsavaralakkhaṇavicitto.
dihiasi dengan tiga puluh dua tanda utama yang mulia.