‘Cīvarampi, āvuso, duvidhena veditabbaṁ—
‘Saudara-saudara, jubah juga harus dipahami dalam dua cara—
‘You should distinguish two kinds of robes:
Sevanāsutta
Sutta ini mengajak kita merenungkan kriteria dalam memilih hal-hal yang kita gunakan dan orang-orang yang kita dekati. Sāriputta memberikan kerangka yang sangat praktis dan jelas, berpusat pada dampak batiniah, bukan sekadar kenyamanan lahiriah.
Yang Mulia Sāriputta mengajarkan para bhikkhu tentang pentingnya membedakan dua jenis dalam berbagai hal—individu, jubah, makanan, tempat tinggal, desa atau kota, hingga wilayah negeri—yakni yang sebaiknya digunakan atau didekati dan yang sebaiknya dihindari. Ukuran penilaiannya bukanlah kenyamanan atau kemudahan, melainkan dampaknya terhadap pertumbuhan kualitas-kualitas terampil dan kemunduran kualitas-kualitas tidak terampil dalam diri seorang praktisi. Sāriputta menekankan bahwa bahkan tujuan kehidupan pertapaan pun menjadi pertimbangan utama dalam menentukan sikap kita terhadap hal-hal tersebut.
‘Cīvarampi, āvuso, duvidhena veditabbaṁ—
‘Saudara-saudara, jubah juga harus dipahami dalam dua cara—
‘You should distinguish two kinds of robes:
sevitabbampi asevitabbampī’ti,
yang sebaiknya dipakai dan yang tidak sebaiknya dipakai.’
those you should wear, and those you shouldn’t wear.’
iti kho panetaṁ vuttaṁ. Kiñcetaṁ paṭicca vuttaṁ?
Demikianlah yang telah kukatakan. Tetapi mengapa hal itu kukatakan?
That’s what I said, but why did I say it?
Tattha yaṁ jaññā cīvaraṁ:
Di sini, jika engkau mengetahui tentang suatu jubah:
Well, should you know of a robe:
‘idaṁ kho me cīvaraṁ sevato akusalā dhammā abhivaḍḍhanti, kusalā dhammā parihāyantī’ti, evarūpaṁ cīvaraṁ na sevitabbaṁ.
‘Ketika aku mengenakan jubah ini, kualitas-kualitas yang tidak terampil bertambah, dan kualitas-kualitas yang terampil berkurang.’ Jubah semacam itu tidak boleh engkau kenakan.
‘When I wear this robe, unskillful qualities grow, and skillful qualities decline.’ You should not wear that kind of robe.
Tattha yaṁ jaññā cīvaraṁ:
Sedangkan, jika engkau mengetahui tentang suatu jubah:
Whereas, should you know of a robe:
‘idaṁ kho me cīvaraṁ sevato akusalā dhammā parihāyanti, kusalā dhammā abhivaḍḍhantī’ti, evarūpaṁ cīvaraṁ sevitabbaṁ.
‘Ketika aku mengenakan jubah ini, kualitas-kualitas yang tidak terampil berkurang, dan kualitas-kualitas yang terampil bertambah.’ Jubah semacam itu sebaiknya engkau kenakan.
‘When I wear this robe, unskillful qualities decline, and skillful qualities grow.’ You should wear that kind of robe.
‘Cīvarampi, āvuso, duvidhena veditabbaṁ—
‘Jubah pun, para sahabat, harus dipahami dalam dua cara—
‘You should distinguish two kinds of robes:
sevitabbampi asevitabbampī’ti,
yang sebaiknya dikenakan dan yang tidak sebaiknya dikenakan.’
those you should wear, and those you shouldn’t wear.’
iti yaṁ taṁ vuttaṁ, idametaṁ paṭicca vuttaṁ.
Demikianlah yang telah kukatakan, dan inilah alasannya.
That’s what I said, and this is why I said it.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.