an9.26:5.1 Dan bagaimanakah, sahabat-sahabat, pikiran seorang bhikkhu terlatih dengan baik dalam batin?
an9.26:5.2 ‘Pikiranku bebas dari nafsu’—demikianlah pikiran terlatih dengan baik dalam batin;
an9.26:5.3 ‘Pikiranku bebas dari kebencian’—demikianlah pikirannya telah dipahami dengan baik oleh batin;
an9.26:5.4 ‘Pikiranku bebas dari delusi’—demikianlah pikirannya telah dipahami dengan baik oleh batin;
an9.26:5.5 ‘Pikiranku tidak lagi rentan terhadap keserakahan’—demikianlah pikirannya telah dipahami dengan baik oleh batin;
an9.26:5.6 ‘Pikiranku tidak lagi rentan terhadap kebencian’—demikianlah pikirannya telah dipahami dengan baik oleh batin;
an9.26:5.7 ‘Pikiranku tidak lagi rentan terhadap delusi’—demikianlah pikirannya telah dipahami dengan baik oleh batin;
an9.26:5.8 ‘Pikiranku tidak lagi rentan untuk kembali pada kelahiran di alam indria’—demikianlah pikirannya telah dipahami dengan baik oleh batin;
an9.26:5.9 ‘Pikiranku tidak lagi rentan untuk kembali pada kelahiran di alam berbentuk’—demikianlah pikirannya telah dipahami dengan baik oleh batin;
an9.26:5.10 ‘Pikiranku tidak lagi rentan untuk kembali pada kelahiran di alam tanpa bentuk’—demikianlah pikirannya telah dipahami dengan baik oleh batin.
an9.26:5.11 Sahabat, ketika seorang bhikkhu telah terbebaskan dengan benar seperti ini, bahkan jika objek-objek penglihatan yang kuat dan menarik datang ke dalam jangkauan mata, objek-objek itu tidak menguasai pikirannya;
an9.26:5.12 pikirannya tetap tidak ternoda, kokoh, mencapai ketidakbergetaran, dan ia mengamati kemunculan serta kelenyapannya.
