“Kimārammaṇā, samiddhi, purisassa saṅkappavitakkā uppajjantī”ti?
“Samiddhi, berdasarkan apakah pikiran dan pertimbangan muncul pada seseorang?”
“Samiddhi, based on what do thoughts arise in a person?”
Khotbah tentang Samiddhi
Dalam sutta ini, kita menyaksikan sebuah dialog yang tajam antara dua bhikkhu. Perhatikan bagaimana Sāriputta menguji Samiddhi, dan bagaimana setiap jawaban Samiddhi mengungkap lapisan demi lapisan pemahaman tentang pikiran.
Yang Mulia Sāriputta menguji pemahaman Yang Mulia Samiddhi dengan serangkaian pertanyaan tentang asal-usul dan tujuan pikiran. Samiddhi menjawab dengan lincah, merinci sembilan aspek dari pikiran dan pertimbangan, mulai dari landasannya (nama-dan-bentuk) hingga tujuannya (tanpa-kematian). Sāriputta memuji jawaban-jawaban tersebut, namun mengingatkan Samiddhi agar tidak menjadi sombong karenanya.
“Kimārammaṇā, samiddhi, purisassa saṅkappavitakkā uppajjantī”ti?
“Samiddhi, berdasarkan apakah pikiran dan pertimbangan muncul pada seseorang?”
“Samiddhi, based on what do thoughts arise in a person?”
“Nāmarūpārammaṇā, bhante”ti.
“Berdasarkan nama dan bentuk, Yang Mulia.”
“Based on name and form, sir.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.