‹
AN 8.77

Icchāsutta

Khotbah tentang Keinginan

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 8.77

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan sikap batin terhadap keinginan dan hasil usaha. Perhatikan bagaimana Sāriputta menyusun delapan kemungkinan secara sistematis, dan renungkan di mana posisi kita dalam salah satu dari delapan gambaran tersebut.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Yang Mulia Sāriputta mengajarkan kepada para bhikkhu tentang delapan jenis individu yang muncul di dunia, berdasarkan pada bagaimana mereka menanggapi keinginan (icchā) untuk memperoleh perolehan materi (lābha). Sāriputta menguraikan kombinasi dari berusaha atau tidak berusaha, memperoleh atau tidak memperoleh, dan bagaimana hal itu memengaruhi kondisi batin mereka—apakah mereka bersedih atau menjadi lengah, dan apakah mereka jatuh dari Dhamma sejati atau tidak.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an8.77:7.1

Idha panāvuso, bhikkhuno pavivittassa viharato nirāyattavuttino icchā uppajjati lābhāya.

Di sini, para sahabat, ketika seorang bhikkhu berdiam dalam keterasingan, hidup mandiri, muncul keinginan untuk memperoleh perolehan.

Next, when a mendicant stays secluded, living independently, a desire arises for material things.

an8.77:7.2

So uṭṭhahati, ghaṭati, vāyamati lābhāya.

Ia berusaha, berjuang, mengerahkan upaya untuk memperolehnya.

They try hard, strive, and make an effort to get them.

an8.77:7.3

Tassa uṭṭhahato, ghaṭato, vāyamato lābhāya, lābho uppajjati.

Karena ia berusaha, berjuang, mengerahkan upaya, perolehan muncul baginya.

And material things do come to them.

an8.77:7.4

So tena lābhena na majjati na pamajjati na pamādamāpajjati.

Karena perolehan itu, ia tidak menjadi lengah, tidak lalai, dan tidak jatuh dalam kelalaian.

But they don’t become indulgent and fall into negligence regarding those material things.

an8.77:7.5

Ayaṁ vuccatāvuso, ‘bhikkhu iccho viharati lābhāya, uṭṭhahati, ghaṭati, vāyamati lābhāya, lābhī ca, na ca madī na ca pamādī, accuto ca saddhammā’.

Ini disebut, para sahabat, ‘seorang bhikkhu yang hidup dengan keinginan akan perolehan, berusaha, berjuang, mengerahkan upaya untuk memperolehnya, memperoleh, tidak menjadi lengah dan tidak lalai, serta tidak jatuh dari Dhamma sejati’.

This is called a mendicant who lives desiring material things. They try hard, strive, and make an effort to get them. But when they acquire material things, they don’t become intoxicated and negligent. They haven’t fallen from the true teaching.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.