Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 8.77
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan sikap batin terhadap keinginan dan hasil usaha. Perhatikan bagaimana Sāriputta menyusun delapan kemungkinan secara sistematis, dan renungkan di mana posisi kita dalam salah satu dari delapan gambaran tersebut.
Yang Mulia Sāriputta mengajarkan kepada para bhikkhu tentang delapan jenis individu yang muncul di dunia, berdasarkan pada bagaimana mereka menanggapi keinginan (icchā) untuk memperoleh perolehan materi (lābha). Sāriputta menguraikan kombinasi dari berusaha atau tidak berusaha, memperoleh atau tidak memperoleh, dan bagaimana hal itu memengaruhi kondisi batin mereka—apakah mereka bersedih atau menjadi lengah, dan apakah mereka jatuh dari Dhamma sejati atau tidak.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Ayaṁ vuccatāvuso, ‘bhikkhu iccho viharati lābhāya, na uṭṭhahati na ghaṭati na vāyamati lābhāya, lābhī ca, madī ca pamādī ca, cuto ca saddhammā’.
Ini disebut, para sahabat, ‘seorang bhikkhu yang hidup dengan keinginan akan perolehan, tidak berusaha, tidak berjuang, tidak mengerahkan upaya untuk memperolehnya, namun memperoleh, menjadi lengah dan lalai, serta telah jatuh dari Dhamma sejati’.
This is called a mendicant who lives desiring material things. They don’t try hard, strive, and make an effort to get them. But when they acquire material things, they become intoxicated and negligent. They’ve fallen from the true teaching.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 8.77 · Khotbah tentang Keinginan | Tiga Keranjang