‹
AN 6.46

Mahācundasutta

Khotbah oleh Mahācunda

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 6.46

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini menyoroti dinamika internal komunitas para bhikkhu yang bisa saja terpecah karena perbedaan pendekatan dalam berlatih. Mari kita simak bagaimana Mahācunda menegur sikap saling merendahkan dan mengajak kedua kelompok untuk saling menghargai.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Yang Mulia Mahācunda menyampaikan khotbah kepada para bhikkhu tentang bahaya perpecahan antara dua kelompok praktisi: mereka yang tekun mempelajari Dhamma (dhammayoga) dan mereka yang tekun bermeditasi (jhāyī). Ia menjelaskan bagaimana sikap saling merendahkan dan hanya memuji kelompok sendiri tidak hanya merugikan kedua belah pihak, tetapi juga mengabaikan kesejahteraan banyak makhluk. Mahācunda menekankan pentingnya saling menghargai, karena kedua jenis praktisi ini sama-sama langka dan berharga di dunia.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an6.46:2.1

“Idhāvuso, dhammayogā bhikkhū jhāyī bhikkhū apasādenti:

“Di sini, sahabat-sahabat, para bhikkhu yang tekun dalam Dhamma merendahkan para bhikkhu yang tekun dalam jhāna:

“Take a case where mendicants who practice discernment of principles rebuke mendicants who practice absorption:

an6.46:2.2

‘ime pana jhāyinomhā, jhāyinomhāti jhāyanti pajjhāyanti nijjhāyanti avajjhāyanti.

‘Mereka ini mengaku, “Kami adalah para pengjhāna! Kami adalah para pengjhāna!” Lalu mereka berjhāna, merenung, mengkontemplasi, dan merenungkan dalam-dalam.

‘They say, “We practice absorption meditation! We practice absorption meditation!” And they meditate and concentrate and contemplate and ruminate.

an6.46:2.3

Kimime jhāyanti, kintime jhāyanti, kathaṁ ime jhāyantī’ti?

Mengapa mereka berjhāna? Dengan cara apa mereka berjhāna? Bagaimana mereka berjhāna?’

Why do they practice absorption meditation? In what way do they practice absorption meditation? How do they practice absorption meditation?’

an6.46:2.4

Tattha dhammayogā ca bhikkhū nappasīdanti, jhāyī ca bhikkhū nappasīdanti, na ca bahujanahitāya paṭipannā honti bahujanasukhāya bahuno janassa atthāya hitāya sukhāya devamanussānaṁ.

Dalam hal ini, para bhikkhu yang tekun dalam Dhamma tidak merasa puas, dan para bhikkhu yang tekun dalam jhāna juga tidak merasa puas. Mereka tidak berlatih demi kesejahteraan dan kebahagiaan banyak orang, demi kebaikan, kesejahteraan, dan kebahagiaan para deva dan manusia.

In this case the mendicants who practice discernment of principles are not inspired, and the mendicants who practice absorption are not inspired. And they’re not acting for the welfare and happiness of the people, for the people, for the benefit, welfare, and happiness of gods and humans.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.