‹
AN 6.41

Dārukkhandhasutta

Batang Kayu

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 6.41

Kenali dunia dalam sutta ini

Dalam sutta ini, Sāriputta mengajarkan tentang fleksibilitas persepsi dan kekuatan pikiran terlatih. Mari kita simak bagaimana ia menjelaskan hal ini melalui contoh sederhana sebuah batang kayu.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Suatu pagi, Yang Mulia Sāriputta sedang turun dari Puncak Gunung Vulture bersama beberapa bhikkhu ketika ia melihat sebuah batang kayu besar. Ia menjelaskan bahwa seorang bhikkhu dengan kekuatan batin dan pikiran yang terkendali dapat mengubah persepsi batang kayu itu menjadi tanah, air, api, angin, keindahan, atau keburukan, karena unsur-unsur tersebut memang ada dalam batang kayu itu sendiri.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an6.41:2.1

“Ākaṅkhamāno, āvuso, bhikkhu iddhimā cetovasippatto amuṁ dārukkhandhaṁ pathavītveva adhimucceyya.

“Jika seorang bhikkhu yang memiliki kekuatan batin dan telah menguasai pikirannya ingin, ia dapat menetapkan batang kayu ini sebagai tanah belaka.

“If they wanted to, a mendicant with psychic powers who has mastered their mind could determine this tree trunk to be nothing but earth.

an6.41:2.2

Taṁ kissa hetu?

Mengapa demikian?

Why is that?

an6.41:2.3

Atthi, āvuso, amumhi dārukkhandhe pathavīdhātu, yaṁ nissāya bhikkhu iddhimā cetovasippatto amuṁ dārukkhandhaṁ pathavītveva adhimucceyya.

Karena dalam batang kayu ini terdapat unsur tanah, yang dengan bersandar padanya, seorang bhikkhu yang memiliki kekuatan batin dan telah menguasai pikirannya dapat menetapkan batang kayu ini sebagai tanah belaka.

Because the earth element exists in the tree trunk. Relying on that a mendicant with psychic powers could determine it to be nothing but earth.

an6.41:2.4

Ākaṅkhamāno, āvuso, bhikkhu iddhimā cetovasippatto amuṁ dārukkhandhaṁ āpotveva adhimucceyya …pe…

Jika seorang bhikkhu yang memiliki kekuatan batin dan telah menguasai pikirannya ingin, ia dapat menetapkan batang kayu ini sebagai air belaka …

If they wanted to, a mendicant with psychic powers who has mastered their mind could determine this tree trunk to be nothing but water. …

an6.41:2.5

tejotveva adhimucceyya …

Atau ia dapat menetapkannya sebagai api belaka …

Or they could determine it to be nothing but fire …

an6.41:2.6

vāyotveva adhimucceyya …

Atau ia dapat menetapkannya sebagai angin belaka …

Or they could determine it to be nothing but air …

an6.41:2.7

subhantveva adhimucceyya …

Atau ia dapat menetapkannya sebagai keindahan belaka …

Or they could determine it to be nothing but beautiful …

an6.41:2.8

asubhantveva adhimucceyya.

Atau ia dapat menetapkannya sebagai keburukan belaka.

Or they could determine it to be nothing but ugly.

an6.41:2.9

Taṁ kissa hetu?

Mengapa demikian?

Why is that?

an6.41:2.10

Atthi, āvuso, amumhi dārukkhandhe asubhadhātu, yaṁ nissāya bhikkhu iddhimā cetovasippatto amuṁ dārukkhandhaṁ asubhantveva adhimucceyyā”ti.

Karena dalam batang kayu ini terdapat unsur keburukan, yang dengan bersandar padanya, seorang bhikkhu yang memiliki kekuatan batin dan telah menguasai pikirannya dapat menetapkan batang kayu ini sebagai keburukan belaka.”

Because the element of ugliness exists in the tree trunk. Relying on that a mendicant with psychic powers could determine it to be nothing but ugly.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.