an6.41:2.1 “Jika seorang bhikkhu yang memiliki kekuatan batin dan telah menguasai pikirannya ingin, ia dapat menetapkan batang kayu ini sebagai tanah belaka.
an6.41:2.2 Mengapa demikian?
an6.41:2.3 Karena dalam batang kayu ini terdapat unsur tanah, yang dengan bersandar padanya, seorang bhikkhu yang memiliki kekuatan batin dan telah menguasai pikirannya dapat menetapkan batang kayu ini sebagai tanah belaka.
an6.41:2.4 Jika seorang bhikkhu yang memiliki kekuatan batin dan telah menguasai pikirannya ingin, ia dapat menetapkan batang kayu ini sebagai air belaka …
an6.41:2.5 Atau ia dapat menetapkannya sebagai api belaka …
an6.41:2.6 Atau ia dapat menetapkannya sebagai angin belaka …
an6.41:2.7 Atau ia dapat menetapkannya sebagai keindahan belaka …
an6.41:2.8 Atau ia dapat menetapkannya sebagai keburukan belaka.
an6.41:2.9 Mengapa demikian?
an6.41:2.10 Karena dalam batang kayu ini terdapat unsur keburukan, yang dengan bersandar padanya, seorang bhikkhu yang memiliki kekuatan batin dan telah menguasai pikirannya dapat menetapkan batang kayu ini sebagai keburukan belaka.”
an6.41:2.11 Ini adalah sutta kesebelas.
