an6.15:1.1 There Sāriputta addressed the mendicants:
an6.15:1.2 “As a mendicant makes their bed, so they must lie in it, and die tormented by regrets.
an6.15:1.3 And how do they die tormented by regrets?
Sutta Penyesalan
Dalam sutta ini, Sāriputta mengajak kita merenungkan bagaimana pilihan keseharian seorang bhikkhu—bahkan hal-hal yang tampak sepele—berkaitan erat dengan kualitas akhir hayatnya. Mari kita simak dengan tenang, karena pesannya berlaku universal: apa yang kita lekatkan menentukan ke mana kita melangkah.
Yang Mulia Sāriputta menjelaskan kepada para bhikkhu bahwa cara seorang bhikkhu menjalani kehidupannya menentukan apakah ia akan meninggal dengan penyesalan atau tanpa penyesalan. Ia menguraikan enam kegemaran yang menyebabkan penyesalan—pekerjaan, pembicaraan, tidur, kebersamaan, pergaulan, dan proliferasi—serta kebalikannya yang mengarah pada Nibbāna. Sutta ditutup dengan syair yang menegaskan bahwa meninggalkan proliferasi adalah kunci mencapai kebebasan tertinggi.
an6.15:1.1 There Sāriputta addressed the mendicants:
an6.15:1.2 “As a mendicant makes their bed, so they must lie in it, and die tormented by regrets.
an6.15:1.3 And how do they die tormented by regrets?
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.