an5.50:4.1 Kemudian Piyaka, penjaga taman, mendatangi Raja Muṇḍa; setelah mendatanginya, ia berkata kepada Raja Muṇḍa:
an5.50:4.2 "Baginda, Yang Mulia Nārada ini sedang berdiam di Pāṭaliputta, di Vihara Kukkuṭārāma.
an5.50:4.3 Dan tentang Yang Mulia Nārada ini, tersebar kabar baik sebagai berikut:
an5.50:4.4 'Beliau bijaksana, cakap, cerdas, terpelajar, pandai berbicara, memiliki daya ungkap yang baik, tua dan layak dihormati, seorang yang telah sempurna.'
an5.50:4.5 Jika Baginda berkenan menghadap Yang Mulia Nārada, mudah-mudahan setelah mendengarkan Dhamma dari Yang Mulia Nārada, Baginda dapat melepaskan anak panah kesedihan."
an5.50:4.6 "Kalau begitu, Piyaka yang baik, beri tahulah Yang Mulia Nārada.
an5.50:4.7 Bagaimana mungkin seseorang sepertiku menganggap pantas untuk mengunjungi seorang petapa atau brahmana yang berdiam di wilayah kekuasaanku tanpa memberitahukannya terlebih dahulu?"
an5.50:4.8 "Baik, Baginda," jawab Piyaka, penjaga taman, setelah menyetujui perkataan Raja Muṇḍa. Ia lalu mendatangi Yang Mulia Nārada; setelah mendatanginya, ia memberi hormat kepada Yang Mulia Nārada dan duduk di satu sisi. Setelah duduk di satu sisi, Piyaka, penjaga taman, berkata kepada Yang Mulia Nārada: