‹
AN 5.50

Nāradasutta

Khotbah dengan Nārada

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 5.50

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini menyentuh tema kehilangan dan duka yang sangat manusiawi. Mari kita simak bagaimana Nārada membimbing Raja Muṇḍa untuk melihat realitas kehidupan dengan jernih, sehingga kesedihan tidak lagi menguasai hati.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Raja Muṇḍa dilanda duka mendalam setelah kematian Ratu Bhaddā, hingga ia berhenti mandi, makan, dan mengurus kerajaan. Bendahara Piyaka mengundang Yang Mulia Nārada untuk mengajarkan Dhamma kepada raja. Nārada menyampaikan khotbah tentang lima hal yang tidak dapat dihindari—penuaan, penyakit, kematian, kehancuran, dan kemusnahan—serta bagaimana seorang siswa mulia yang terpelajar merenungkan hal ini sehingga tidak tenggelam dalam kesedihan. Raja Muṇḍa pun tercabut anak panah kesedihannya dan kembali menjalani kehidupannya.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an5.50:4.1 Then Piyaka went to the king and said to him,

an5.50:4.2 “Your Majesty, this Venerable Nārada is staying in the Chicken Monastery at Pāṭaliputta.

an5.50:4.4 ‘He is astute, competent, intelligent, learned, a brilliant speaker, eloquent, mature, a perfected one.’

an5.50:4.5 What if Your Majesty was to pay homage to Venerable Nārada? Hopefully when you hear Nārada’s teaching, you could give up sorrow’s arrow.”

an5.50:4.6 “Well then, my good Piyaka, let Nārada know.

an5.50:4.7 For how on earth could one such as I presume to visit an ascetic or brahmin in my realm without letting them know beforehand?”

an5.50:4.8 “Yes, Your Majesty,” replied Piyaka. He went to Nārada, bowed, sat down to one side, and said to him,

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.