‹
AN 5.170

Bhaddajisutta

Tentang Bhaddaji

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 5.170

Kenali dunia dalam sutta ini

Dalam sutta ini, kita akan menyaksikan dialog antara dua bhikkhu tentang apa yang paling berharga dalam pengalaman manusia. Mari kita simak bagaimana jawaban yang tampak luhur tentang alam dewa dibandingkan dengan jawaban yang lebih dalam tentang tujuan akhir spiritual.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Yang Mulia Ānanda bertanya kepada Yang Mulia Bhaddaji tentang hal terbaik dalam lima hal: penglihatan, pendengaran, kebahagiaan, persepsi, dan bentuk kehidupan. Bhaddaji menjawab dengan hal-hal yang dianggap tertinggi menurut pandangan umum, seperti melihat Brahmā atau mendengar para dewa. Ānanda kemudian memberikan jawaban yang lebih mendalam, yaitu bahwa hal terbaik adalah ketika kekotoran batin berakhir tanpa penundaan, yang dicapai melalui penglihatan, pendengaran, kebahagiaan, persepsi, dan keadaan yang benar.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an5.170:2.1

“Atthāvuso, brahmā abhibhū anabhibhūto aññadatthudaso vasavattī, yo taṁ brahmānaṁ passati, idaṁ dassanānaṁ aggaṁ.

"Sahabat, ada Brahmā yang berkuasa, yang tak terkalahkan, yang melihat segala sesuatu, yang mengendalikan segalanya. Siapa pun yang melihat Brahmā itu, itulah penglihatan yang terbaik.

“Reverend, there is this Divinity, the vanquisher, the unvanquished, the universal seer, the wielder of power. When you see the Divinity, that’s the best sight.

an5.170:2.2

Atthāvuso, ābhassarā nāma devā sukhena abhisannā parisannā.

Sahabat, ada para dewa bernama Ābhassara, yang dipenuhi dan disirami kebahagiaan.

There are the gods called ‘of sublime luminosity’, who are drenched and steeped in pleasure.

an5.170:2.3

Te kadāci karahaci udānaṁ udānenti:

Kadang-kadang mereka mengungkapkan ucapan inspiratif:

Every so often they feel inspired to exclaim:

an5.170:2.4

‘aho sukhaṁ, aho sukhan’ti.

‘Oh, betapa bahagianya! Oh, betapa bahagianya!’

‘Oh, what bliss! Oh, what bliss!’

an5.170:2.5

Yo taṁ saddaṁ suṇāti, idaṁ savanānaṁ aggaṁ.

Ketika engkau mendengar suara itu, itulah suara yang terbaik.

When you hear that, it’s the best sound.

an5.170:2.6

Atthāvuso, subhakiṇhā nāma devā.

Ada, sahabat, para dewa yang disebut ‘berkeindahan universal’.

There are the gods called ‘of universal beauty’.

an5.170:2.7

Te santaṁyeva tusitā sukhaṁ paṭivedenti, idaṁ sukhānaṁ aggaṁ.

Karena mereka benar-benar puas, mereka mengalami kebahagiaan. Itulah kebahagiaan yang tertinggi.

Since they’re truly content, they experience pleasure. This is the best happiness.

an5.170:2.8

Atthāvuso, ākiñcaññāyatanūpagā devā, idaṁ saññānaṁ aggaṁ.

Ada, sahabat, para dewa yang terlahir kembali di dimensi kekosongan. Itulah persepsi yang tertinggi.

There are the gods reborn in the dimension of nothingness. This is the best perception.

an5.170:2.9

Atthāvuso, nevasaññānāsaññāyatanūpagā devā, idaṁ bhavānaṁ aggan”ti.

Ada, sahabat, para dewa yang terlahir kembali di dimensi bukan persepsi maupun bukan non-persepsi. Itulah keadaan eksistensi yang tertinggi.”

There are the gods reborn in the dimension of neither perception nor non-perception. This is the best state of existence.”

an5.170:2.10

“Sameti kho idaṁ āyasmato bhaddajissa, yadidaṁ bahunā janenā”ti?

“Jadi, Yang Mulia Bhaddaji, apakah engkau setuju dengan apa yang dikatakan banyak orang tentang hal ini?”

“So, Venerable Bhaddaji, do you agree with what most people say about this?”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.