‹
AN 4.175

Upavāṇasutta

Khotbah dengan Upavāṇa

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 4.175

Kenali dunia dalam sutta ini

Dalam sutta ini, kita menyaksikan dialog antara dua siswa utama Buddha. Perhatikan bagaimana Sāriputta dengan cermat membongkar pertanyaan Upavāṇa, bukan dengan memberikan jawaban langsung, melainkan dengan menunjukkan keterbatasan setiap pilihan yang diajukan.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Yang Mulia Upavāṇa bertanya kepada Yang Mulia Sāriputta apakah seseorang menjadi pengakhir penderitaan karena pengetahuan, perilaku, keduanya, atau hal lain. Sāriputta menjawab tidak untuk semua pilihan itu, lalu menjelaskan bahwa menjadi pengakhir terjadi ketika seseorang, dengan perilaku yang sempurna, mengetahui dan melihat hal-hal sebagaimana adanya.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an4.175:11.1

“Vijjāya ce, āvuso, antakaro abhavissa, saupādānova samāno antakaro abhavissa.

“Teman, jika seseorang menjadi pengakhir karena pengetahuan, maka bahkan seorang yang masih melekat pada kemelekatan pun bisa menjadi pengakhir.

“Reverend, if you became a terminator because of knowledge, then even someone who still grasps fuel could be a terminator.

an4.175:11.2

Caraṇena ce, āvuso, antakaro abhavissa, saupādānova samāno antakaro abhavissa.

Jika seseorang menjadi pengakhir karena perilaku, maka bahkan seorang yang masih melekat pada kemelekatan pun bisa menjadi pengakhir.

If you became a terminator because of conduct, then even someone who still grasps fuel could be a terminator.

an4.175:11.3

Vijjācaraṇena ce, āvuso, antakaro abhavissa, saupādānova samāno antakaro abhavissa.

Jika seseorang menjadi pengakhir karena pengetahuan dan perilaku, maka bahkan seorang yang masih melekat pada kemelekatan pun bisa menjadi pengakhir.

If you became a terminator because of both knowledge and conduct, then even someone who still grasps fuel could be a terminator.

an4.175:11.4

Aññatra vijjācaraṇena ce, āvuso, antakaro abhavissa, puthujjano antakaro abhavissa.

Jika seseorang menjadi pengakhir karena hal lain selain pengetahuan dan perilaku, maka bahkan seorang duniawi pun bisa menjadi pengakhir.

If you became a terminator for some reason other than knowledge and conduct, then even an ordinary person could be a terminator.

an4.175:11.5

Puthujjano hi, āvuso, aññatra vijjācaraṇena.

Karena, teman, seorang duniawi tidak memiliki pengetahuan dan perilaku.

For an ordinary person lacks knowledge and conduct.

an4.175:11.6

Caraṇavipanno kho, āvuso, yathābhūtaṁ na jānāti na passati.

Teman, seseorang yang kurang dalam perilaku tidak mengetahui dan tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya.

Reverend, someone lacking good conduct does not know and see things as they are.

an4.175:11.7

Caraṇasampanno yathābhūtaṁ jānāti passati.

Seseorang yang sempurna dalam perilaku mengetahui dan melihat hal-hal sebagaimana adanya.

Someone accomplished in good conduct knows and sees things as they are.

an4.175:11.8

Yathābhūtaṁ jānaṁ passaṁ antakaro hotī”ti.

Dengan mengetahui dan melihat hal-hal sebagaimana adanya, ia menjadi pengakhir.”

Knowing and seeing things as they are, one is a terminator.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.