“Samattā, bhante, samādinnā ahitāya dukkhāya saṁvattantīti.
“Ketika dijalankan sepenuhnya, hal-hal ini mengarah pada kerugian dan penderitaan.
“When you undertake them, they lead to harm and suffering.
Khotbah tentang Sāḷha
Sutta ini mengajak kita untuk tidak menerima ajaran begitu saja, melainkan mengujinya dengan kebijaksanaan sendiri. Mari kita simak bagaimana Yang Mulia Nandaka membimbing dua pemuda ini melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana namun mendalam tentang sifat-sifat batin.
Yang Mulia Nandaka mengajarkan Sāḷha dan Rohaṇa tentang cara menilai ajaran secara mandiri, tanpa bergantung pada otoritas atau tradisi. Melalui serangkaian pertanyaan, ia membimbing mereka untuk mengenali kualitas-kualitas tidak terampil seperti keserakahan, kebencian, dan delusi, serta kualitas-kualitas terampil yang berlawanan. Sutta ini menekankan pentingnya pengetahuan langsung dan berakhir dengan gambaran tentang siswa mulia yang mencapai kebebasan batin melalui praktik cinta kasih dan kebijaksanaan.
“Samattā, bhante, samādinnā ahitāya dukkhāya saṁvattantīti.
“Ketika dijalankan sepenuhnya, hal-hal ini mengarah pada kerugian dan penderitaan.
“When you undertake them, they lead to harm and suffering.
Evaṁ no ettha hotī”ti.
Demikianlah pandangan kami tentang hal ini.”
That’s how we see it.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.