‹
AN 3.66

Sāḷhasutta

Khotbah tentang Sāḷha

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 3.66

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita untuk tidak menerima ajaran begitu saja, melainkan mengujinya dengan kebijaksanaan sendiri. Mari kita simak bagaimana Yang Mulia Nandaka membimbing dua pemuda ini melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana namun mendalam tentang sifat-sifat batin.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Yang Mulia Nandaka mengajarkan Sāḷha dan Rohaṇa tentang cara menilai ajaran secara mandiri, tanpa bergantung pada otoritas atau tradisi. Melalui serangkaian pertanyaan, ia membimbing mereka untuk mengenali kualitas-kualitas tidak terampil seperti keserakahan, kebencian, dan delusi, serta kualitas-kualitas terampil yang berlawanan. Sutta ini menekankan pentingnya pengetahuan langsung dan berakhir dengan gambaran tentang siswa mulia yang mencapai kebebasan batin melalui praktik cinta kasih dan kebijaksanaan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an3.66:2.1

“Etha tumhe, sāḷhā, mā anussavena, mā paramparāya, mā itikirāya, mā piṭakasampadānena, mā takkahetu, mā nayahetu, mā ākāraparivitakkena, mā diṭṭhinijjhānakkhantiyā, mā bhabbarūpatāya, mā samaṇo no garūti.

“Mari, Sāḷha, janganlah kalian mengikuti tradisi lisan, janganlah mengikuti garis keturunan, janganlah mengikuti kabar angin, janganlah mengikuti otoritas kitab suci, janganlah mengandalkan logika, janganlah mengandalkan penalaran, janganlah mengikuti pemikiran yang matang, janganlah menerima pandangan setelah dipertimbangkan, janganlah terpengaruh oleh penampilan yang tampak cakap, dan janganlah berpikir ‘Pertapa adalah guru kita yang dihormati.’

“Please, Sāḷha and friend, don’t go by oral transmission, don’t go by lineage, don’t go by testament, don’t go by canonical authority, don’t rely on logic, don’t rely on inference, don’t go by reasoned train of thought, don’t go by the acceptance of a view after deliberation, don’t go by the appearance of competence, and don’t think ‘The ascetic is our respected teacher.’

an3.66:2.2

Yadā tumhe, sāḷhā, attanāva jāneyyātha ‘ime dhammā akusalā, ime dhammā sāvajjā, ime dhammā viññugarahitā, ime dhammā samattā samādinnā ahitāya dukkhāya saṁvattantī’ti, atha tumhe, sāḷhā, pajaheyyātha.

Tetapi ketika kalian, Sāḷha, mengetahui sendiri: ‘Hal-hal ini tidak bermanfaat, hal-hal ini tercela, hal-hal ini dicela oleh para bijaksana, dan ketika dijalankan, hal-hal ini mengarah pada bahaya dan penderitaan,’ maka kalian, Sāḷha, harus meninggalkannya.”

But when you know for yourselves: ‘These things are unskillful, blameworthy, criticized by sensible people, and when you undertake them, they lead to harm and suffering’, then you should give them up.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.