Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 11.4
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kualitas moral yang tampak sederhana memiliki dampak yang sangat dalam dan berantai pada kehidupan batin. Mari kita simak penjelasan Sāriputta tentang bagaimana moralitas menjadi akar dari seluruh perjalanan spiritual.
Yang Mulia Sāriputta menjelaskan kepada para bhikkhu tentang pentingnya moralitas (sīla) sebagai kondisi vital (upanisā) bagi kualitas-kualitas batin yang lebih tinggi. Ia memaparkan rangkaian sebab-akibat yang runtut: dari moralitas yang rusak, penyesalan, kegembiraan, sukacita, ketenangan, kebahagiaan, konsentrasi benar, pengetahuan dan penglihatan sesuai kenyataan, kekecewaan, kebosanan, hingga pengetahuan dan penglihatan kebebasan semuanya tidak akan tercapai. Sebaliknya, dengan moralitas yang sempurna, seluruh rangkaian kualitas batin tersebut akan terpenuhi secara berurutan, diibaratkan seperti pohon yang cabang dan daunnya lengkap akan tumbuh sempurna hingga ke inti kayunya.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Seyyathāpi, āvuso, rukkho sākhāpalāsavipanno. Tassa papaṭikāpi na pāripūriṁ gacchati, tacopi … pheggupi … sāropi na pāripūriṁ gacchati.
Misalkan, sahabat-sahabat, sebatang pohon yang cabang dan daunnya rusak. Kulit luarnya pun tidak akan tumbuh sempurna, demikian pula kulit dalamnya, kayu lunaknya, dan inti kayunya tidak akan tumbuh sempurna.
Suppose there was a tree that lacked branches and foliage. Its shoots, bark, softwood, and heartwood would not grow to fullness.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 11.4 · Sutta tentang Kondisi Vital (Ke-2) | Tiga Keranjang