‹
AN 11.4

Dutiyaupanisāsutta

Sutta tentang Kondisi Vital (Ke-2)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 11.4

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kualitas moral yang tampak sederhana memiliki dampak yang sangat dalam dan berantai pada kehidupan batin. Mari kita simak penjelasan Sāriputta tentang bagaimana moralitas menjadi akar dari seluruh perjalanan spiritual.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Yang Mulia Sāriputta menjelaskan kepada para bhikkhu tentang pentingnya moralitas (sīla) sebagai kondisi vital (upanisā) bagi kualitas-kualitas batin yang lebih tinggi. Ia memaparkan rangkaian sebab-akibat yang runtut: dari moralitas yang rusak, penyesalan, kegembiraan, sukacita, ketenangan, kebahagiaan, konsentrasi benar, pengetahuan dan penglihatan sesuai kenyataan, kekecewaan, kebosanan, hingga pengetahuan dan penglihatan kebebasan semuanya tidak akan tercapai. Sebaliknya, dengan moralitas yang sempurna, seluruh rangkaian kualitas batin tersebut akan terpenuhi secara berurutan, diibaratkan seperti pohon yang cabang dan daunnya lengkap akan tumbuh sempurna hingga ke inti kayunya.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an11.4:5.1 Suppose there was a tree that was complete with branches and foliage. Its shoots, bark, softwood, and heartwood would grow to fullness.

an11.4:5.2 In the same way, an ethical person, who has fulfilled ethics, has fulfilled a vital condition for not having regrets.

an11.4:5.3 When there are no regrets, one who has no regrets has fulfilled a vital condition for joy. …

an11.4:5.4 When there is dispassion, one who has fulfilled dispassion has fulfilled a vital condition for knowledge and vision of freedom.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.