an11.4:1.1 Di sana Yang Mulia Sāriputta berkata kepada para bhikkhu:
an11.4:1.2 "Sahabat-sahabat, para bhikkhu!"
an11.4:1.3 "Sahabat," para bhikkhu itu menjawab Yang Mulia Sāriputta.
an11.4:1.4 Yang Mulia Sāriputta berkata demikian:
Sutta tentang Kondisi Vital (Ke-2)
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kualitas moral yang tampak sederhana memiliki dampak yang sangat dalam dan berantai pada kehidupan batin. Mari kita simak penjelasan Sāriputta tentang bagaimana moralitas menjadi akar dari seluruh perjalanan spiritual.
Yang Mulia Sāriputta menjelaskan kepada para bhikkhu tentang pentingnya moralitas (sīla) sebagai kondisi vital (upanisā) bagi kualitas-kualitas batin yang lebih tinggi. Ia memaparkan rangkaian sebab-akibat yang runtut: dari moralitas yang rusak, penyesalan, kegembiraan, sukacita, ketenangan, kebahagiaan, konsentrasi benar, pengetahuan dan penglihatan sesuai kenyataan, kekecewaan, kebosanan, hingga pengetahuan dan penglihatan kebebasan semuanya tidak akan tercapai. Sebaliknya, dengan moralitas yang sempurna, seluruh rangkaian kualitas batin tersebut akan terpenuhi secara berurutan, diibaratkan seperti pohon yang cabang dan daunnya lengkap akan tumbuh sempurna hingga ke inti kayunya.
an11.4:1.1 Di sana Yang Mulia Sāriputta berkata kepada para bhikkhu:
an11.4:1.2 "Sahabat-sahabat, para bhikkhu!"
an11.4:1.3 "Sahabat," para bhikkhu itu menjawab Yang Mulia Sāriputta.
an11.4:1.4 Yang Mulia Sāriputta berkata demikian:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.