Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 11.20
Kenali dunia dalam sutta ini
Dalam sutta ini, kita diajak merenungkan kemungkinan konsentrasi yang melampaui segala persepsi biasa. Perhatikan bagaimana Sāriputta menjawab dengan tegas dan kemudian memberikan kunci praktisnya.
Sejumlah bhikkhu bertanya kepada Yang Mulia Sāriputta apakah mungkin seorang bhikkhu mencapai konsentrasi sedemikian rupa sehingga ia tidak lagi mempersepsikan elemen-elemen duniawi, landasan-landasan meditasi tanpa bentuk, dunia ini atau dunia lain, maupun apa pun yang dikenal oleh pikiran—namun tetap memiliki persepsi. Sāriputta menjawab bahwa hal itu mungkin, dan menjelaskan bahwa hal itu terjadi ketika seorang bhikkhu memiliki persepsi: 'Ini damai; ini luhur, yaitu tenangnya segala bentukan, melepaskan segala kemelekatan, hancurnya ketagihan, kebosanan, lenyapnya, nibbāna.'
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
“Bisakah, sahabat Sāriputta, seorang bhikkhu memperoleh pencapaian konsentrasi sedemikian rupa sehingga ia tidak menganggap tanah sebagai tanah, air sebagai air, api sebagai api, atau angin sebagai angin; dan ia tidak menganggap landasan ruang tanpa batas sebagai landasan ruang tanpa batas, landasan kesadaran tanpa batas sebagai landasan kesadaran tanpa batas, landasan kekosongan sebagai landasan kekosongan, atau landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi sebagai landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi; ia tidak menganggap dunia ini sebagai dunia ini, atau dunia lain sebagai dunia lain; dan apa pun yang dilihat, didengar, dirasakan, diketahui, dicapai, dicari, atau dijelajahi oleh pikiran, terhadap itu pun ia tidak memiliki persepsi; namun ia tetap memiliki persepsi?”
“Could it be, reverend, that a mendicant might gain a state of immersion like this? They wouldn’t perceive earth in earth, water in water, fire in fire, or air in air. And they wouldn’t perceive the dimension of infinite space in the dimension of infinite space, the dimension of infinite consciousness in the dimension of infinite consciousness, the dimension of nothingness in the dimension of nothingness, or the dimension of neither perception nor non-perception in the dimension of neither perception nor non-perception. They wouldn’t perceive this world in this world, or the other world in the other world. And they wouldn’t perceive what is seen, heard, thought, known, attained, sought, or explored by the mind. And yet they would still perceive.”
“Bisa, sahabat-sahabat, seorang bhikkhu memperoleh pencapaian konsentrasi sedemikian rupa sehingga ia tidak menganggap tanah sebagai tanah, air sebagai air, api sebagai api, atau angin sebagai angin; dan ia tidak menganggap landasan ruang tanpa batas sebagai landasan ruang tanpa batas, landasan kesadaran tanpa batas sebagai landasan kesadaran tanpa batas, landasan kekosongan sebagai landasan kekosongan, atau landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi sebagai landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi; ia tidak menganggap dunia ini sebagai dunia ini, atau dunia lain sebagai dunia lain; dan apa pun yang dilihat, didengar, dirasakan, diketahui, dicapai, dicari, atau dijelajahi oleh pikiran, terhadap itu pun ia tidak memiliki persepsi; namun ia tetap memiliki persepsi.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 11.20 · Khotbah tentang Konsentrasi (Ketiga) | Tiga Keranjang