an10.7:3.1 “Siyā, āvuso ānanda, bhikkhuno tathārūpo samādhipaṭilābho yathā neva pathaviyaṁ pathavisaññī assa …pe… na paraloke paralokasaññī assa; saññī ca pana assā”ti.
Khotbah tentang Sāriputta
Dalam sutta ini, kita menyaksikan dialog antara dua siswa utama Buddha tentang kedalaman samādhi. Perhatikan bagaimana Sāriputta menggambarkan pengalaman meditasi yang melampaui persepsi biasa, namun tetap ada kesadaran yang tersisa.
Yang Mulia Ānanda bertanya kepada Yang Mulia Sāriputta apakah mungkin seorang bhikkhu mencapai samādhi tanpa mempersepsikan elemen-elemen dasar, landasan-landasan meditasi, atau dunia ini dan dunia lain, namun tetap memiliki persepsi. Sāriputta menjawab bahwa hal itu mungkin, dan menjelaskan bahwa pada suatu ketika ia mencapai samādhi demikian, di mana persepsinya hanya seputar 'berhentinya kelangsungan hidup adalah nibbāna'.
an10.7:3.1 “Siyā, āvuso ānanda, bhikkhuno tathārūpo samādhipaṭilābho yathā neva pathaviyaṁ pathavisaññī assa …pe… na paraloke paralokasaññī assa; saññī ca pana assā”ti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.