‹
AN 10.5

Tatiyaupanisasutta

Khotbah tentang Kondisi Vital (Ke-3)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 10.5

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana satu kualitas sederhana—moralitas—dapat menjadi pintu masuk bagi seluruh perjalanan batin. Perhatikan bagaimana Ānanda menyusun ajaran ini secara berjenjang, dan bayangkan pohon yang ia gambarkan sebagai metafora kehidupan spiritual.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Yang Mulia Ānanda menjelaskan kepada para bhikkhu bagaimana moralitas (sīla) menjadi landasan bagi serangkaian kualitas batin yang saling bergantung, mulai dari ketidakmenyesalan hingga pengetahuan dan penglihatan kebebasan. Ia menggunakan perumpamaan pohon yang kurang cabang dan dedaunan untuk menggambarkan bagaimana kekurangan moralitas menghambat pertumbuhan spiritual, dan pohon yang lengkap untuk menunjukkan bagaimana moralitas yang sempurna menopang seluruh perkembangan batin.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an10.5:2.1

Sīlavato, āvuso, sīlasampannassa upanisasampanno hoti avippaṭisāro;

Seorang yang bermoral, yang sempurna dalam moralitas, telah memenuhi kondisi vital untuk ketidakmenyesalan.

An ethical person, who has fulfilled ethics, has fulfilled a vital condition for not having regrets.

an10.5:2.2

avippaṭisāre sati avippaṭisārasampannassa upanisasampannaṁ hoti pāmojjaṁ;

Ketika tidak ada penyesalan, seorang yang tanpa penyesalan telah memenuhi kondisi vital untuk kegembiraan.

When there are no regrets, one who has no regrets has fulfilled a vital condition for joy.

an10.5:2.3

pāmojje sati pāmojjasampannassa upanisasampannā hoti pīti;

Ketika ada kegembiraan, seorang yang sempurna dalam kegembiraan telah memenuhi kondisi vital untuk sukacita.

When there is joy, one who has fulfilled joy has fulfilled a vital condition for rapture.

an10.5:2.4

pītiyā sati pītisampannassa upanisasampannā hoti passaddhi;

Bila ada kegembiraan, bagi yang telah sempurna dalam kegembiraan, ketenangan adalah kondisi penting yang terpenuhi.

When there is rapture, one who has fulfilled rapture has fulfilled a vital condition for tranquility.

an10.5:2.5

passaddhiyā sati passaddhisampannassa upanisasampannaṁ hoti sukhaṁ;

Bila ada ketenangan, bagi yang telah sempurna dalam ketenangan, kebahagiaan adalah kondisi penting yang terpenuhi.

When there is tranquility, one who has fulfilled tranquility has fulfilled a vital condition for bliss.

an10.5:2.6

sukhe sati sukhasampannassa upanisasampanno hoti sammāsamādhi;

Bila ada kebahagiaan, bagi yang telah sempurna dalam kebahagiaan, konsentrasi benar adalah kondisi penting yang terpenuhi.

When there is bliss, one who has fulfilled bliss has fulfilled a vital condition for right immersion.

an10.5:2.7

sammāsamādhimhi sati sammāsamādhisampannassa upanisasampannaṁ hoti yathābhūtañāṇadassanaṁ;

Bila ada konsentrasi benar, bagi yang telah sempurna dalam konsentrasi benar, pengetahuan dan penglihatan sesuai realitas adalah kondisi penting yang terpenuhi.

When there is right immersion, one who has fulfilled right immersion has fulfilled a vital condition for true knowledge and vision.

an10.5:2.8

yathābhūtañāṇadassane sati yathābhūtañāṇadassanasampannassa upanisasampanno hoti nibbidāvirāgo;

Bila ada pengetahuan dan penglihatan sesuai realitas, bagi yang telah sempurna dalam pengetahuan dan penglihatan sesuai realitas, kekecewaan dan kebosanan adalah kondisi penting yang terpenuhi.

When there is true knowledge and vision, one who has fulfilled true knowledge and vision has fulfilled a vital condition for disillusionment and dispassion.

an10.5:2.9

nibbidāvirāge sati nibbidāvirāgasampannassa upanisasampannaṁ hoti vimuttiñāṇadassanaṁ.

Bila ada kekecewaan dan kebosanan, bagi yang telah sempurna dalam kekecewaan dan kebosanan, pengetahuan dan penglihatan kebebasan adalah kondisi penting yang terpenuhi.

When there is disillusionment and dispassion, one who has fulfilled disillusionment and dispassion has fulfilled a vital condition for knowledge and vision of freedom.

an10.5:2.10

Seyyathāpi, āvuso, rukkho sākhāpalāsasampanno. Tassa papaṭikāpi pāripūriṁ gacchati, tacopi … pheggupi … sāropi pāripūriṁ gacchati.

Misalkan, para sahabat, sebatang pohon yang lengkap dengan cabang dan dedaunan. Tunasnya, kulitnya, kayu lunaknya, dan inti kayunya tumbuh hingga sempurna.

Suppose there was a tree that was complete with branches and foliage. Its shoots, bark, softwood, and heartwood would grow to fullness.

an10.5:2.11

Evamevaṁ kho, āvuso, sīlavato sīlasampannassa upanisasampanno hoti avippaṭisāro;

Demikian pula, para sahabat, bagi seorang yang bermoral, yang telah sempurna dalam moralitas, ketidakmenyesalan adalah kondisi penting yang terpenuhi.

In the same way, an ethical person, who has fulfilled ethics, has fulfilled a vital condition for not having regrets.

an10.5:2.12

avippaṭisāre sati avippaṭisārasampannassa upanisasampannaṁ hoti …pe…

Bila ada ketidakmenyesalan, bagi yang telah sempurna dalam ketidakmenyesalan, kegembiraan adalah kondisi penting yang terpenuhi …

When there are no regrets, one who has no regrets has fulfilled a vital condition for joy. …

an10.5:2.13

vimuttiñāṇadassanan”ti.

Bagi yang telah sempurna dalam kekecewaan dan kebosanan, pengetahuan dan penglihatan kebebasan adalah kondisi penting yang terpenuhi.”

One who has fulfilled disillusionment and dispassion has fulfilled a vital condition for knowledge and vision of freedom.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.